Pengolahan
Media Tanam Melon
1. Pembukaan Lahan
Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya
dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan
pengeringan, baru dihaluskan.
2. Pembentukan Bedengan
Panjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 30-50 cm; lebar bedengan
100-110 cm; dan lebar parit 55-65 cm.
3. Pengapuran
Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit ,
untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan
dolomit sebanyak 50 kg.
4. Pemupukan Dasar
Pupuk
Kandang
(ton/ ha)
|
Dosis
Pupuk Makro
( gram/ pohon )
|
Dosis
POC NASA
|
Urea
|
SP36
|
KCl
|
4-5
|
12
|
20
|
8
|
30-60 tutup /1000
m2
+ air secukupnya (siramkan)
|
Dosis Pupuk kimia sesuai rekomendasi wilayah setempat
Hasil akan lebih baik
jika pada pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air
secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA
diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air
diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10
lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.
5. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya
tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2
kemasan per 1000 m2
6. Pemasangan Mulsa Plastik
Hitam-Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga
menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum
dibuat lubang tanam.
Pemesanan Pupuk dan Pengendali Hama pada Melon, silahkan
hubungi: