Tampilkan postingan dengan label Teknis Melon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknis Melon. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2015

Uji Kualitas Pupuk melon di pasir pantai

Uji Kualitas Pupuk melon di pasir pantai
Silahkan buktikan kualitas pupuk Nasa untuk tanam melon di lahan pasir pantai dengan beberapa kendala ( media pasir dan tak subur, tiupan angin mengandung garam, dsb) namun dapat berbuah normal dan panen yang luar bisa, silahkan klick video dibawah ini :


Pemesanan Pupuk dan Pengendali Hama pada Melon, silahkan hubungi:

Jumat, 15 Mei 2015

Agribisnis melon

Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.
PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produktivitas melon secara Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian lingkungan ( Aspek K-3 ).

Kamis, 14 Mei 2015

Syarat Pertumbuhan Melon

Syarat Pertumbuhan Melon
1. Iklim
Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-300C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.
2. Media Tanam
Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.

Rabu, 13 Mei 2015

Pembuatan Media Semai Tanam Melon

Pembuatan Media Semai Tanam Melon
Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan + 1 minggu di tempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
Campurkan tanah halus (diayak) 2 bagian/2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian/1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang 1-2 kg . Masukkan media semai ke dalam polybag ukuran 8x10 cm sampai terisi hingga 90%.



Pemesanan Pupuk dan Pengendali Hama pada Melon, silahkan hubungi:

Selasa, 12 Mei 2015

Teknik Penyemaian dan pemeliharaan Bibit Melon

Teknik Penyemaian dan pemeliharaan Bibit Melon
Rendam benih dalam 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 tutup POC NASA selama 8-12 jam lalu diperam + 48 jam. Selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1. Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka.
Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7-9 hari dengan dosis 1,0-1,5 cc/liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
Bibit melon yang sudah berdaun 4-5 helai atau tanaman melon telah berusia 10-12 hari dapat dipindahtanamkan dengan cara kantong plastik polibag dibuka hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedengan jangan sampai kekurangan air.



Pemesanan Pupuk dan Pengendali Hama pada Melon, silahkan hubungi:

Senin, 11 Mei 2015

Pengolahan Media Tanam Melon

Pengolahan Media Tanam Melon
1. Pembukaan Lahan
Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan.
2. Pembentukan Bedengan
Panjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 30-50 cm; lebar bedengan 100-110 cm; dan lebar parit 55-65 cm.
3. Pengapuran
Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
4. Pemupukan Dasar


Pupuk
Kandang
(ton/ ha)
Dosis Pupuk Makro
( gram/ pohon )
Dosis  POC NASA
Urea
SP36
KCl
4-5
12
20
8
30-60 tutup /1000 m2
+ air secukupnya (siramkan)
Dosis Pupuk kimia sesuai rekomendasi wilayah setempat

Hasil akan lebih baik jika pada pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan. 
5. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2 kemasan per 1000 m2
6. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam.
 


Pemesanan Pupuk dan Pengendali Hama pada Melon, silahkan hubungi:

Minggu, 10 Mei 2015

Teknik Penanaman Melon

Teknik Penanaman Melon
1. Pembuatan Lubang Tanam
Diameter lubang + 10 cm, jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga.
2. Cara Penanaman
Bibit siap tanam dipindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampai rusak saat menyobek polibag. 

Sabtu, 09 Mei 2015

Pemeliharaan Tanaman Melon

Pemeliharaan Tanaman Melon
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari
2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma/ rumput liar.
3. Perempelan
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
4. Pemupukan


Waktu
Dosis Pupuk Makro ( gram/ pohon )
Urea
SP-36
KCl

Umur 10 hari
12
12
10

Umur 20 hari
12
12
10

Umur 30 hari
12
8
12

Umur 40 hari
12
8
20
POC NASA :
( per ha )
Mulai umur 1 minggu –  6 atau 7 minggu

POC NASA disemprotkan ke tanaman :
  • Alternatif 1 :  6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 4 tutup botol/ tangki
  • Alternatif 2 : 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup botol/ tangki
Dosis Pupuk kimia sesuai rekomendasi setempat

5. Penggunaan Hormonik
Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-5 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali.
6. Penyiraman
Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.



Pemesanan Pupuk dan Pengendali Hama pada Melon, silahkan hubungi:

Jumat, 08 Mei 2015

Pemasangan Ajir Melon

Pemasangan Ajir Melon
Ajir dipasang sesudah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir + 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah + 2-3 kg. Tempat ditancapkannya ajir + 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. 

Kamis, 07 Mei 2015

Pemangkasan Cabang Melon

Pemangkasan Cabang Melon
dilakukan pada tanaman untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25. 

Rabu, 06 Mei 2015

Kutu Aphis pada Melon

Kutu Aphis pada Melon
Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian:
 
(1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama
(2) semprot Pestona atau Natural BVR
(3) semprot Pentana

Selasa, 05 Mei 2015

Thrips pada melon

Thrips pada melon
Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR.

Senin, 04 Mei 2015

Jamur Melon

Jamur Melon
Budidaya Melon saat ini, petani sering kejar kejaran dengan penyakit tanaman yaitu serangan Jamur. Melon itu sendiri, ada yang ditanam tanpa ajir/kayu penyangga, ada yang dengan 1 ajir atau bahkan ganda, namun yang terpenting adalah jarak tanamnya. Sebaiknya jarak tanam diberikan agak lebar agar tidak terlalu lembab, sehingga menghindarkan jamur merajalela.
      Sebaiknya perlakuan menghindari jamur melon (mati layu) dimulai sejak sebelum tanam, yaitu saat buat digulud/ bedengan dengan cara dikocor atau disiram dengan NATURAL GLIO. Pemakaian 1 kotak NATURAL GLIO menggunakan gembor dengan air 10 liter diberi 1 – 2 sendok atau sekitar 10- 20 gram. Dengan harapan tanah tempat media melon terbebas dari jamur, karena melon sangat tidak tahan dengan kehadiran jamur, berbagai jamur yang akan menyerang terhambat sejak awal tanam. Melon adalah tanaman yang tidak tahan jamur, sedikit saja jamur yang menyerang maka produktifitas melon pun akan berkurang/terhambat. Biarkan 1 – 2 hari, baru kemudian bibit melon ditanam.
     Jika anda menggunakan pupuk kandang maka, campurkanlah pupuk kandang tadi dengan NATURAL GLIO, 1 kotak NATURAL GLIO cukup untuk 25 – 30 Kg pupuk kandang yang matang/sudah jadi.
      Kemudian untuk pencegahan jamur melon saat budidaya dan perawatan tanaman, berikanlah NATURAL GLIO  2 – 5 kali dalam 1 musim tanam, bisa dikocor atau disemprotkan, bila lingkungan tanaman mudah terserang jamur. Penyemprotan dapat dilakukan dengan catatan NATURAL GLIO disaring terlebih dahulu agar spuyer tangki alat semprot tidak tersumbat. Dan ampas NATURAL GLIO ini sebarkan di seputar perakaran.
      Bebaskan melon anda dari jamur, baik pada perakaran melon maupun pada pucuk tanaman, kedua titik tumbuh tanaman ini sangat penting sebagai indikator atau penanda pertumbuhan melon berkembang dengan baik dan menguntungkan


Pemesanan Pupuk dan Pengendali Hama pada Melon, silahkan hubungi:

Layu Bakteri Melon

Layu Bakteri Melon
Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Pengendalian: penggunaan Natural GLIO sebelum tanam. 

Minggu, 03 Mei 2015

Penyakit Busuk Pangkal Batang Melon

Penyakit Busuk Pangkal Batang Melon
Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: 

(1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; 
(2) daun yang terserang dibersihkan. 
(3) gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan. 

Sabtu, 02 Mei 2015

Panen Melon

Panen Melon
1. Ciri dan Umur Panen

a. Tanda/Ciri Penampilan Tanaman Siap Panen
    1. Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
    2. Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
    3. Warna kulit hijau kekuningan.
b. Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
c. Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.

2. Cara Panen
a. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
b. Tangkai dipotong berbentuk huruf "T" , maksudnya agar tangkai buah utuh.
c. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
d. Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.